Rapat akhir bulan Apastia diadain hari Kamis kemaren. Seperti biasa, kita disuguhin banyak hal dari sales sampe laporan finansial kita.
Dari segi sales, yaaah no comment la, hari Senin besok bakal diumumin grup sales mana yang paling bontot dan mesti nerima punishment.
Dari segi finansial, yaaah profit kita paling bawah diantara company-company lainnya. Cuman beberapa belas juta gituh. Cuek lah.
Habis itu tiba-tiba ada pengumuman yang 'mengejutkan'.
Chief Marketing Officer kita, Arvi, turun pangkat dan diganti sama Mevira, Sales Manager kita.
Anak-anak sekelas langsung pada shock semua. Kaget. Melongo dengan tatapan cengo. Kayak nggak percaya apa yang barusan terjadi. Halaaah tai lo semua, gw yakin walaupun lo pada kaget tapi dalem hati pasti teriak-teriak "YEAH!", "AKHIRNYAAA!!!", "GOKIL", "MANTAB JURAGAN...!"(ini si Martin) dan bahkan Hanel yang notabene seorang atheist keliatan kayak mau jingkrak-jingkrak nyanyiin Hallelujah Chorus.
[Fun Fact: Hanel sama Arvi pernah lebih dari satu pertemuan berdebat secara seru. Yang paling seru terjadi pada saat Arvi secara misterius menaikkan harga produk dan Hanel menyerang kebijakan itu, yang berakhir dengan mereka berdua nangis dan Arvi teriak teriak "AKU TERTEKAAAN". Lalu ada juga pada saat Arvi lagi ceramah di depan menggunakan umpama 'nanti kalian bagaikan hidup tanpa kitab suci kalian' dan Hanel membalas dengan sengit bahwa itu nggak ada bedanya dong sama hidupnya sekarang...]
Para conspiracy theorist mengatakan bahwa 'pemecatan' ini terjadi akibat decision sang CMO untuk memasang resleting secara full di jaket sampe ke hoodie, which ended in complete and utter failure. Aaand a lot of other things. j/k
...
Okay, seriously. I've been told of this whole farce by someone last week (I'm not gonna say who). So I'm not surprised at all yesterday. I knew for a matter of fact that Arvi did not get fired, it was more like she resigned by her own consent and decided to give Vira her position. I forgot the exact reason... but she decided to focus on 'designing' for god knows what reason. But let me tell you, saying that "She resigned by herself in order to make the company better" is a lot less fun than saying "SHE WAS FIRED BECAUSE OF HER INCOMPETENCE" right? :p
Dari segi sales, yaaah no comment la, hari Senin besok bakal diumumin grup sales mana yang paling bontot dan mesti nerima punishment.
Dari segi finansial, yaaah profit kita paling bawah diantara company-company lainnya. Cuman beberapa belas juta gituh. Cuek lah.
Habis itu tiba-tiba ada pengumuman yang 'mengejutkan'.
Chief Marketing Officer kita, Arvi, turun pangkat dan diganti sama Mevira, Sales Manager kita.
Anak-anak sekelas langsung pada shock semua. Kaget. Melongo dengan tatapan cengo. Kayak nggak percaya apa yang barusan terjadi. Halaaah tai lo semua, gw yakin walaupun lo pada kaget tapi dalem hati pasti teriak-teriak "YEAH!", "AKHIRNYAAA!!!", "GOKIL", "MANTAB JURAGAN...!"(ini si Martin) dan bahkan Hanel yang notabene seorang atheist keliatan kayak mau jingkrak-jingkrak nyanyiin Hallelujah Chorus.
[Fun Fact: Hanel sama Arvi pernah lebih dari satu pertemuan berdebat secara seru. Yang paling seru terjadi pada saat Arvi secara misterius menaikkan harga produk dan Hanel menyerang kebijakan itu, yang berakhir dengan mereka berdua nangis dan Arvi teriak teriak "AKU TERTEKAAAN". Lalu ada juga pada saat Arvi lagi ceramah di depan menggunakan umpama 'nanti kalian bagaikan hidup tanpa kitab suci kalian' dan Hanel membalas dengan sengit bahwa itu nggak ada bedanya dong sama hidupnya sekarang...]
Para conspiracy theorist mengatakan bahwa 'pemecatan' ini terjadi akibat decision sang CMO untuk memasang resleting secara full di jaket sampe ke hoodie, which ended in complete and utter failure. Aaand a lot of other things. j/k
...
Okay, seriously. I've been told of this whole farce by someone last week (I'm not gonna say who). So I'm not surprised at all yesterday. I knew for a matter of fact that Arvi did not get fired, it was more like she resigned by her own consent and decided to give Vira her position. I forgot the exact reason... but she decided to focus on 'designing' for god knows what reason. But let me tell you, saying that "She resigned by herself in order to make the company better" is a lot less fun than saying "SHE WAS FIRED BECAUSE OF HER INCOMPETENCE" right? :p

jar kalo gw dipecat lo belain gw ga?
ReplyDeletehhmm.. kalo teori gw (yang didukung dari berbagai narasumber terpercaya) katanya dia mundur gara-gara ga tahan bekerja dengan anak-anak Apastia khususnya gw, wibi, dan fikar. WHATTTT??
ReplyDeleteTergantung dipecatnya kenapa lah... kalo lo dipecat gara-gara ketauan ngegelapin duit company (misal 50 juta gituh) dengan jelas yah masa gw belain elo... kalo alasannya ternyata nggak kuat yah jelas lah gw dukung abis. Tapi ya elah lo mah ga bakalan dipecat XD
ReplyDeleteOh ya, gw nggak bikin 'teori-teori' ato 'pengamatan' serius Di... tulisan-tulisan gw itu kan sarkastik/satire/lebay...
(I'll proceed in your blog)
kalo gw korup 50 juta mah gw ga minta dibela jar. hahaha. langsung kabur aja ga kuliah haha
ReplyDeletesumbernya se-TERPERCAYA itu jar?
ReplyDeleteSumber yang mana sih...? o_O
ReplyDeletesudah2 jangan berantem
ReplyDelete